GetfullappsGetfullapps
Bahasa
EnglishBahasa IndonesiaTürkçePolskiไทยTiếng Việt
AlQuran Offline 30 Juz

AlQuran Offline 30 Juz

oleh MAJH

4,9

Keamanan
100% Safe
Kategori
Buku & Referensi
Rating
4,9
Harga
Free
Unduh
1.00M

Aplikasi ini aman, tepercaya, gratis untuk dipasang, dan menawarkan unduhan cepat tanpa risiko atau malware.

Tangkapan Layar

AlQuran Offline 30 Juz
AlQuran Offline 30 Juz
AlQuran Offline 30 Juz
AlQuran Offline 30 Juz
AlQuran Offline 30 Juz
AlQuran Offline 30 Juz
AlQuran Offline 30 Juz
AlQuran Offline 30 Juz

Analisis oleh Getfullapps

Saat memilih aplikasi untuk membaca Al-Qur’an, saya tidak hanya memikirkan apakah teksnya bisa dibuka, tetapi juga bagaimana aplikasi itu cocok dengan kebiasaan dan batasan pribadi saya. AlQuran Offline 30 Juz menarik untuk pengguna yang ingin membawa bacaan, terjemahan Indonesia, dan murottal dalam satu aplikasi. Namun, karena ini menyangkut materi ibadah dan penggunaan sehari-hari, saya juga akan menilai pilihan yang terlihat, hal yang sebaiknya diperiksa, serta situasi ketika aplikasi lain mungkin lebih tepat.

Kepercayaan bermula dari tujuan yang jelas

Aplikasi ini dibuat oleh MAJH sebagai aplikasi buku dan referensi dengan fokus pada Al-Qur’an digital. Bagi saya, kejelasan tujuan itu penting: aplikasi yang dipakai untuk membaca dan mendengarkan sebaiknya tidak membuat orang menebak-nebak fungsi utamanya. Ringkasan ratingnya tinggi, dengan rata-rata 4,9 dari sekitar 64 ribu penilaian, dan jumlah pemasangannya telah melampaui satu juta. Angka tersebut memberi gambaran tentang jangkauan pemakaian, tetapi tetap bukan pengganti penilaian pribadi terhadap cara kerja dan kenyamanan aplikasi.

Saya tidak menganggap banyaknya pengguna sebagai bukti otomatis bahwa setiap kebutuhan terpenuhi. Cara yang lebih masuk akal adalah mencoba beberapa bagian yang benar-benar akan dipakai: buka surah pilihan, lihat terjemahannya, lalu uji audio. Untuk aplikasi keagamaan, ketelitian membaca dan kebiasaan memeriksa konteks tetap penting. Terjemahan membantu memahami makna, tetapi tidak menggantikan tafsir ketika pertanyaan membutuhkan penjelasan yang lebih luas.

Periksa pilihan yang benar-benar terlihat

Aplikasi ini gratis untuk dicoba, dengan pembelian dalam aplikasi pada kisaran Rp15.000 hingga Rp140.000 per item. Saya akan memulai dari fungsi dasarnya sebelum memutuskan apakah ada pembelian tambahan yang berguna. Langkah ini membuat keputusan lebih tenang: pertama pastikan pengalaman membaca dan mendengar sesuai, baru pertimbangkan pengeluaran jika memang ada kebutuhan yang jelas.

Saat memasang aplikasi apa pun, saya biasanya membaca layar izin dan pilihan yang muncul, bukan menekan setuju secara otomatis. Jika ada permintaan akses yang terasa tidak berkaitan dengan penggunaan yang sedang saya lakukan, saya akan berhenti sejenak dan mempertimbangkan apakah izin itu diperlukan. Sikap ini bukan dugaan tentang izin tertentu pada aplikasi ini, melainkan cara praktis menjaga kendali ketika memakai aplikasi di ponsel.

Versi saat ini adalah 11.05 dan aplikasi mendukung Android 7.0 atau yang lebih baru. Rating usianya 3+, sehingga penggunaannya ditujukan untuk rentang yang luas. Meski begitu, untuk ponsel keluarga atau perangkat bersama, saya tetap menyarankan orang dewasa mencoba navigasi terlebih dahulu dan memastikan ukuran teks nyaman bagi calon pembaca.

Kapan kebiasaan membaca menjadi urusan data dan perangkat

Materi yang dibaca atau didengarkan bisa terasa pribadi, apalagi jika ponsel dipakai bersama anggota keluarga. Karena itu, saya membedakan antara pilihan yang bisa saya kendalikan langsung—misalnya kapan membuka aplikasi dan apakah memakai koneksi seluler—dengan hal-hal yang perlu dilihat melalui pengaturan dan penjelasan privasi yang tersedia pada perangkat atau aplikasi. Saya tidak akan menyimpulkan praktik pengelolaan data hanya dari fungsi offline.

Artikel Berikutnya untuk Dijelajahi

Mode offline berguna untuk membaca tanpa mengandalkan jaringan, tetapi bukan berarti seluruh aspek penggunaan otomatis berlangsung tanpa koneksi. Jika saya ingin meminimalkan pemakaian data, saya menyiapkan kebutuhan lebih awal melalui koneksi yang tersedia dan memeriksa pengaturan perangkat. Kebiasaan ini juga menghindari kejutan saat bepergian, ketika sinyal lemah atau kuota ingin dihemat.

Jika perangkat digunakan bersama, saya akan menutup bacaan setelah selesai dan mempertimbangkan pengaturan kunci layar atau profil pengguna yang tersedia di ponsel. Itu memberi kendali pada tingkat perangkat, tanpa mengasumsikan adanya fitur akun atau kontrol khusus di aplikasi. Untuk ponsel pribadi, langkahnya sederhana; untuk perangkat keluarga, kebiasaan ini membantu menjaga ruang pribadi setiap orang.

Menjaga kendali tanpa membuat penggunaan rumit

Saya menyukai aplikasi yang bisa langsung dipakai untuk satu tujuan tanpa memaksa pengguna membangun akun atau mengatur banyak hal terlebih dahulu. Dalam memakai AlQuran Offline 30 Juz, pendekatan terbaik menurut saya adalah menguji fungsi yang dibutuhkan, lalu mengatur kebiasaan penggunaan berdasarkan kenyamanan sendiri. Bila ada pengaturan yang tidak dipahami, lebih baik memeriksanya daripada mengaktifkan sesuatu hanya karena terlihat seperti pilihan bawaan.

Pengguna juga bisa mengendalikan konteks pemakaian: memilih waktu membaca, menentukan apakah audio diputar melalui pengeras suara atau earphone, dan menyiapkan perangkat agar tidak kehabisan ruang. Hal-hal kecil ini membuat pengalaman terasa lebih teratur tanpa mengandalkan fitur tambahan. Bagi saya, kendali pengguna tidak selalu berarti banyak tombol; kadang yang paling berguna adalah pilihan sederhana untuk memakai aplikasi seperlunya.

Satu catatan praktis: bila ponsel sering dipinjam orang lain, jangan menganggap riwayat atau materi pribadi terlindungi oleh aplikasi kecuali kontrol yang relevan memang terlihat dan dipahami. Gunakan pengamanan perangkat yang sudah tersedia. Ini lebih aman daripada menebak adanya pengunci, akun, atau sinkronisasi yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan Anda.

Pengalaman memakai AlQuran Offline 30 Juz dalam penggunaan sehari-hari

Dalam rutinitas harian, saya paling terbantu ketika menyiapkan bacaan sebelum meninggalkan rumah, lalu memakai waktu tunggu untuk membaca atau menyimak tanpa bergantung pada jaringan. Saya juga akan mencoba lebih dulu bagian yang sering dibuka agar tahu alur mana yang terasa nyaman di perangkat sendiri. Setelah itu, pertimbangan berikutnya adalah apakah kebiasaan sederhana seperti ini memberi manfaat yang cukup dibanding pilihan aplikasi lain.

Akses offline menjadi alasan paling kuat untuk memilihnya

Nilai utama aplikasi ini ada pada konsep offline. Setelah materi yang diperlukan tersedia di perangkat, saya bisa membaca tanpa harus mencari jaringan terlebih dahulu. Ini terasa berguna saat berada di perjalanan, di tempat dengan sinyal tidak stabil, atau ketika ingin mengurangi penggunaan data seluler. Untuk kebiasaan membaca singkat setelah salat, menunggu kendaraan, atau sebelum tidur, pendekatan seperti ini terasa lebih tenang daripada aplikasi yang selalu membutuhkan koneksi.

Terjemahan Indonesia dari Kemenag juga membuat aplikasi ini lebih mudah dipakai oleh pembaca yang ingin memahami makna ayat, bukan hanya melafalkannya. Saya menyukai alur membaca ayat lalu melihat terjemahan dalam konteks yang sama. Bagi pemula, ini membantu membangun kebiasaan membaca dengan pemahaman yang lebih baik, meskipun pembaca tetap perlu berhati-hati agar terjemahan tidak dianggap sebagai pengganti tafsir yang lebih mendalam.

Fitur murottal full menambah pilihan penggunaan. Saya dapat menjadikan aplikasi ini sebagai teman mendengarkan bacaan, bukan sekadar membuka teks. Dalam praktiknya, kombinasi teks, terjemahan, dan audio cocok untuk beberapa pola belajar: membaca sendiri, menyimak pelafalan, lalu mengulang bagian yang masih terasa sulit. Kekuatan aplikasi ini adalah kesederhanaan alur tersebut dalam satu aplikasi offline.

Kecepatan yang terasa masuk akal untuk tugas ringan

Untuk aktivitas utama seperti membuka bacaan, berpindah surah, membaca terjemahan, dan memulai audio, saya mengharapkan beban kerja yang relatif ringan. Aplikasi semacam ini tidak melakukan pekerjaan kompleks seperti penyuntingan video atau pemrosesan grafis berat. Karena itu, pengalaman paling nyaman biasanya datang ketika aplikasi dipakai sesuai tujuan utamanya: membaca dan mendengarkan, bukan berpindah-pindah terlalu cepat di antara banyak menu.

Versi yang tercantum saat ini adalah 11.05 dan aplikasi dapat digunakan pada perangkat dengan Android 7.0 atau yang lebih baru. Dukungan tersebut membuatnya tetap relevan bagi banyak ponsel yang belum memakai sistem operasi terbaru. Meski begitu, perangkat lama tetap bisa terasa berbeda dibanding ponsel baru, terutama ketika penyimpanan hampir penuh atau banyak aplikasi lain berjalan di latar belakang.

Saya tidak akan menyamakan “offline” dengan selalu instan. Membuka materi audio atau berpindah ke bagian tertentu tetap bisa terasa lebih lambat jika perangkat sedang sibuk. Pada ponsel dengan ruang penyimpanan terbatas, pengelolaan file juga menjadi hal penting. Sebelum mengandalkan aplikasi untuk perjalanan panjang, saya menyarankan membuka beberapa surah dan mencoba audio terlebih dahulu saat masih memiliki waktu dan koneksi yang memadai.

Skenario nyata: membaca dan menyimak saat bepergian

Bayangkan Anda sedang berada di bus atau kereta dengan koneksi yang naik turun. Anda ingin membaca beberapa halaman, lalu menyimak murottal tanpa menghabiskan kuota. Dalam skenario ini, aplikasi terasa lebih praktis daripada membuka situs web, karena Anda tidak perlu menunggu halaman dimuat berulang kali. Anda juga tidak perlu berpindah ke aplikasi lain hanya untuk mendengarkan bacaan.

Alur yang saya sarankan adalah membuka lebih dulu surah yang ingin dibaca, memastikan teks dan terjemahan tampil dengan baik, kemudian mencoba audio pada bagian yang sama. Langkah sederhana ini mengurangi risiko baru menyadari ada materi yang belum siap ketika sudah berada di tempat tanpa jaringan. Ini salah satu kebiasaan kecil yang membuat penggunaan offline terasa jauh lebih dapat diandalkan.

Ketika penggunaan menjadi lebih berat

Beban terbesar bukan berasal dari membaca teks, melainkan dari kebiasaan menggunakan audio dalam waktu lama sambil membuka aplikasi lain. Jika Anda mendengarkan murottal sambil membalas pesan, memakai navigasi, atau menjalankan banyak aplikasi, kelancaran pengalaman akan lebih dipengaruhi kemampuan perangkat secara keseluruhan. Pada ponsel dengan memori terbatas, berpindah aplikasi terlalu sering dapat membuat aplikasi perlu dimuat kembali.

Hal ini bukan kekurangan khusus yang otomatis terjadi pada semua perangkat, tetapi merupakan batas yang wajar untuk penggunaan offline di ponsel. Saya lebih nyaman memakai aplikasi ini untuk satu sesi yang fokus: membaca, menyimak, atau mengulang ayat. Jika tujuan Anda adalah membuat daftar audio yang sangat terperinci, mengelola banyak playlist, atau mengatur pengalaman mendengarkan seperti aplikasi musik, Anda mungkin akan menemukan pendekatan ini kurang fleksibel.

Pengguna yang sering mengunduh atau menyimpan banyak materi juga perlu memperhatikan kapasitas perangkat. Materi teks biasanya tidak menjadi persoalan besar, tetapi konten audio dapat menuntut ruang lebih besar dibanding sekadar tampilan ayat. Karena itu, saya menyarankan menyisakan ruang penyimpanan dan tidak memenuhi memori dengan aplikasi lain sebelum menyiapkan penggunaan offline secara rutin.

Stabilitas dan cara memulihkan pengalaman

Untuk aplikasi referensi, stabilitas paling terasa dari hal-hal kecil: bacaan dapat dibuka kembali, surah mudah ditemukan, dan audio tidak membuat pengguna harus mengulang proses dari awal terlalu sering. Dalam penggunaan normal, desain offline seharusnya membantu mengurangi ketergantungan terhadap kualitas jaringan. Itu menjadi kelebihan penting dibanding membaca melalui browser yang bisa terganggu oleh sinyal, tab yang tertutup, atau halaman yang dimuat ulang.

Namun, saya tetap menyarankan pendekatan yang hati-hati ketika pertama kali memasang aplikasi. Buka beberapa bagian yang sering Anda gunakan, coba terjemahan, dan jalankan murottal sebelum menjadikannya satu-satunya sumber bacaan saat bepergian. Jika suatu saat aplikasi terasa lambat, langkah pemulihan yang paling masuk akal adalah menutup aplikasi lain, memastikan ruang penyimpanan tidak terlalu penuh, lalu membuka kembali aplikasi. Untuk masalah yang berkaitan dengan materi yang belum tersedia offline, menyiapkannya lebih awal tentu lebih aman daripada menunggu sampai berada di lokasi tanpa internet.

Kebiasaan menutup aplikasi secara paksa setiap saat juga tidak selalu perlu. Jika aplikasi masih berjalan baik, membiarkannya tetap terpasang dan membuka kembali bagian yang sama biasanya lebih praktis. Saya melihat aplikasi seperti ini lebih cocok diperlakukan sebagai perpustakaan pribadi yang siap dibuka, bukan sebagai aplikasi yang harus terus-menerus diatur ulang.

Kesesuaian dengan perangkat dan kebutuhan pengguna

Dukungan Android 7.0 atau lebih baru membuat pilihan perangkatnya cukup luas. Pemilik ponsel lama dapat mempertimbangkannya, terutama jika perangkat masih memiliki ruang penyimpanan yang layak dan berjalan stabil. Di sisi lain, usia sistem operasi bukan satu-satunya penentu. Kondisi baterai, kapasitas memori, ruang kosong, serta jumlah aplikasi yang aktif bersamaan juga memengaruhi kenyamanan.

Rating usia aplikasi adalah 3+, sehingga secara umum tampilannya ditujukan untuk penggunaan yang luas. Untuk orang tua yang ingin menyediakan bacaan digital bagi keluarga, konsepnya mudah dipahami: teks, terjemahan, dan audio berada dalam satu aplikasi. Meski demikian, pengguna yang sensitif terhadap ukuran tulisan atau membutuhkan pengaturan tampilan sangat rinci sebaiknya mencoba langsung sebelum menjadikannya pilihan utama.

Biaya juga relatif mudah dipahami karena aplikasi ini gratis, sementara pembelian dalam aplikasi berada pada kisaran Rp15.000 hingga Rp140.000 per item. Saya menyarankan memulai dari fungsi gratisnya terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda bisa menilai apakah navigasi, bacaan, terjemahan, dan pengalaman offline sudah sesuai kebutuhan sebelum mempertimbangkan pembelian tambahan.

Dibandingkan alternatif yang biasa dipakai

Dibandingkan situs Al-Qur’an di browser, aplikasi ini lebih cocok bagi orang yang mengutamakan akses tanpa internet dan ingin mengurangi langkah pembukaan. Browser masih lebih nyaman bagi pengguna yang sering mencari tafsir dari banyak sumber atau berpindah antara berbagai situs. Jadi, pilihan terbaik bergantung pada prioritas: akses cepat dan offline di satu sisi, keluasan referensi di sisi lain.

Dibandingkan aplikasi Al-Qur’an yang sangat modern, dengan pencarian lanjutan, penanda yang mendalam, sinkronisasi akun, atau statistik kebiasaan membaca, AlQuran Offline 30 Juz terasa lebih langsung. Kesederhanaan itu bisa menjadi kelebihan bagi pengguna yang mudah terganggu oleh terlalu banyak menu. Namun, bagi pembaca yang ingin membangun sistem belajar terstruktur, menandai banyak ayat, atau menyimpan catatan pribadi, alternatif yang lebih kaya mungkin lebih cocok.

Untuk mendengarkan murottal, aplikasi ini juga tidak berusaha menjadi pemutar musik serbaguna. Saya melihatnya lebih tepat sebagai pendamping bacaan Al-Qur’an. Jika Anda ingin mendengarkan beragam konten audio lain, membuat antrean panjang, atau mengatur audio secara sangat detail, aplikasi khusus audio akan memberi pengalaman yang lebih lengkap. Sebaliknya, jika Anda ingin audio tetap dekat dengan teks yang sedang dibaca, pendekatan aplikasi ini lebih masuk akal.

Siapa yang paling cocok menggunakannya?

Aplikasi ini cocok untuk pelajar, pekerja, musafir, dan keluarga yang membutuhkan Al-Qur’an digital yang siap dibuka kapan saja. Saya terutama merekomendasikannya kepada orang yang sering berada di area dengan sinyal tidak konsisten, ingin membaca tanpa menghabiskan kuota, atau baru mulai membangun rutinitas membaca dengan bantuan terjemahan Indonesia.

Ia juga cocok bagi pengguna yang tidak ingin mempelajari banyak pengaturan. Anda dapat memulai dari kebutuhan paling dasar, yaitu memilih bacaan, memahami terjemahan, dan menyimak murottal. Tiga fungsi itu sudah cukup untuk membuat aplikasi berguna dalam rutinitas harian, baik untuk membaca singkat maupun sesi yang lebih lama.

Sebaliknya, saya tidak akan menjadikannya pilihan pertama untuk pengguna yang menginginkan fitur riset keislaman mendalam, koleksi tafsir yang luas, sinkronisasi lintas perangkat, atau pengelolaan catatan yang kompleks. Pengguna yang sangat memperhatikan desain visual modern juga sebaiknya membandingkan beberapa aplikasi lain lebih dulu. Sederhana bukan berarti buruk, tetapi kesederhanaan memang membawa batas.

Penilaian akhir tentang performa dan manfaatnya

Setelah melihat fokus, kebutuhan perangkat, dan cara pemakaiannya, saya menilai AlQuran Offline 30 Juz sebagai aplikasi yang paling kuat ketika digunakan untuk sesi yang terarah. Membaca teks, melihat terjemahan, dan mendengarkan murottal tidak menuntut alur yang rumit. Konsep offline membantu menjaga akses tetap praktis, sementara dukungan sistem operasi yang cukup luas membuatnya dapat dipertimbangkan oleh pemilik perangkat lama.

Kelemahannya muncul ketika ekspektasi pengguna terlalu tinggi. Aplikasi ini bukan pusat riset, bukan pemutar audio serbaguna, dan belum tentu menjadi pilihan paling lengkap bagi orang yang membutuhkan personalisasi tingkat lanjut. Performa juga tetap dipengaruhi kondisi ponsel, ruang penyimpanan, serta aplikasi lain yang sedang berjalan. Karena itu, menyiapkan materi sebelum bepergian dan menguji surah yang sering dipakai adalah langkah sederhana yang sangat saya sarankan.

Dengan harga utama gratis dan pilihan pembelian dalam aplikasi yang dapat dipertimbangkan belakangan, saya melihatnya sebagai pilihan yang mudah dicoba. Pengembang MAJH berhasil menjaga tujuan aplikasinya tetap jelas: membantu pengguna membawa bacaan Al-Qur’an, terjemahan, dan murottal dalam bentuk digital yang praktis. Jika kebutuhan Anda adalah Al-Qur’an offline yang sederhana dan mudah diakses, aplikasi ini layak dipasang; jika Anda mencari perangkat belajar dengan fitur riset dan pengelolaan tingkat lanjut, carilah alternatif yang lebih khusus.

Kelebihan

  • Bisa digunakan tanpa koneksi internet setelah seluruh data terunduh.
  • Memudahkan membaca Al-Qur’an kapan saja tanpa membawa mushaf fisik.
  • Navigasi berdasarkan juz dan surah membantu menemukan bacaan dengan cepat.
  • Ukuran teks dapat disesuaikan agar lebih nyaman dibaca di berbagai layar.
  • Cocok untuk menemani tilawah saat bepergian atau berada di area minim sinyal.

Kekurangan

  • Pengunduhan data awal dapat membutuhkan ruang penyimpanan cukup besar.
  • Kualitas tampilan mungkin berbeda tergantung ukuran dan resolusi perangkat.
  • Fitur tambahan seperti tafsir atau audio mungkin tidak tersedia lengkap.
  • Iklan dapat mengganggu konsentrasi jika muncul saat aplikasi digunakan.
  • Pembaruan terjemahan atau konten mungkin tidak terlalu sering dilakukan.

FAQ untuk AlQuran Offline 30 Juz

Apa itu AlQuran Offline 30 Juz dan apa saja yang tersedia di dalamnya?

AlQuran Offline 30 Juz adalah aplikasi untuk membaca Al-Qur’an secara digital tanpa harus selalu terhubung ke internet. Aplikasi ini umumnya menyediakan seluruh 30 juz, pembagian surat dan ayat, serta fitur pencarian untuk membantu menemukan bacaan tertentu. Sebelum mengunduh, periksa kembali deskripsi aplikasinya untuk memastikan tersedia terjemahan, transliterasi, atau audio sesuai kebutuhan Anda.

Apakah AlQuran Offline 30 Juz dapat digunakan tanpa koneksi internet?

Sesuai namanya, aplikasi ini dirancang agar pengguna dapat membaca Al-Qur’an secara offline setelah aplikasi dan data bacaannya terpasang di perangkat. Koneksi internet mungkin tetap diperlukan saat pertama kali mengunduh aplikasi, memperbarui konten, atau menggunakan fitur tambahan seperti audio dan sinkronisasi. Pastikan seluruh data sudah selesai diunduh sebelum bepergian atau berada di area tanpa jaringan.

Apakah teks Al-Qur’an, terjemahan, dan tampilannya mudah dibaca?

Kemudahan membaca sangat bergantung pada ukuran layar, jenis perangkat, serta pengaturan yang disediakan aplikasi. Biasanya pengguna dapat menggulir halaman, memilih surat atau juz, dan menyesuaikan ukuran teks jika fitur tersebut tersedia. Untuk menjaga kenyamanan dan ketepatan bacaan, sebaiknya periksa tampilan ayat, tanda baca, harakat, serta sumber terjemahan sebelum menjadikannya sebagai satu-satunya rujukan.

Apakah AlQuran Offline 30 Juz menyediakan audio murottal dan fitur penanda bacaan?

Fitur tambahan seperti audio murottal, pengulangan ayat, penanda terakhir dibaca, favorit, atau catatan dapat berbeda menurut versi aplikasi. Beberapa fitur mungkin tersedia secara langsung, sedangkan lainnya memerlukan pengunduhan data tambahan atau koneksi internet. Jika Anda membutuhkan aplikasi untuk menghafal atau mengikuti bacaan, bacalah daftar fitur dan ulasan terbaru di halaman unduhan sebelum memasangnya.

Apakah aplikasi AlQuran Offline 30 Juz aman dan gratis untuk digunakan?

Banyak aplikasi Al-Qur’an offline dapat diunduh secara gratis, tetapi kemungkinan terdapat iklan, pembelian dalam aplikasi, atau izin akses tertentu. Sebelum memasang, periksa nama pengembang, jumlah unduhan, ulasan pengguna, tanggal pembaruan, serta izin yang diminta. Hindari memberikan akses yang tidak relevan dan unduh hanya melalui toko aplikasi resmi Android atau iOS untuk mengurangi risiko keamanan.

AlQuran Offline 30 Juz

AlQuran Offline 30 Juz

Buku & Referensi

Unduh dariGoogle Play

Situs ini menyediakan informasi independen tentang aplikasi pihak ketiga dan tidak berafiliasi dengan, atau dimiliki, dikembangkan, maupun didistribusikan oleh, pemilik atau pengembang aplikasi apa pun yang ditampilkan di sini. Nama aplikasi, logo, dan merek dagang adalah milik masing-masing pemiliknya. Detail developer disediakan sebagai referensi; silakan hubungi developer secara langsung melalui muslimidiastudiokreasi@gmail.com, kunjungi https://www.muslimidia.com/, atau baca https://www.muslimidia.com/p/privacy-policy-alquran-30-juz-app.html mereka.

Unduhan Lain yang Disukai Banyak Orang

Pilihan dari Kategori yang Sama